Place of Origin:
CHINA
Nama merek:
kacise
Sertifikasi:
CE
Model Number:
KFDO300
| Model Sensor Kualitas Air | KFDO300 |
| Parameter Pengukuran Sensor Kualitas Air | Oksigen terlarut, suhu |
| Sensor Kualitas Air Metode pengukuran | Pendinginan fluoresensi |
| Mode Pengukuran Sensor Kualitas Air | Pengukuran perendaman |
| Rentang Pengukuran Sensor Kualitas Air | Lakukan: (0 ~ 20) mg/L atau (0 ~ 200)% Suhu: (0 ~ 60) °C |
| Akurasi Sensor Kualitas Air | ± 0,3mg/L |
| Pengulangan Sensor Kualitas Air | ± 0,3mg/L |
| Resolusi Sensor Kualitas Air | 0,01mg/L |
| Waktu Respons Sensor Kualitas Air | ≤60an |
| Sensor Kualitas Air Zero Drift (24 jam) | ± 0,3mg/L |
| Rentang Sensor Kualitas Air Melayang (24 jam) | ± 0,3mg/L |
| Sensor Kualitas Air Akurasi kompensasi suhu | ± 0,3mg/L |
| Periode Kalibrasi Sensor Kualitas Air | Enam bulan |
| Kisaran Suhu Sensor Kualitas Air | (0 ~ 60) °C |
| Tingkat Perlindungan Sensor Kualitas Air | IP68 |
| Sensor Kualitas Air MTBF | ≥1440 jam/Waktu |
| Sensor Kualitas Air Sarana komunikasi | RS485(Modbus RTU), tingkat baud maksimum 115200 bps |
Ada dua variasi analisis oksigen terlarut dengan metode kolorimetri. Ini dikenal sebagai metode indigo carmine dan metode rhodazine D. Kedua variasi tersebut menggunakan reagen kolorimetri yang bereaksi dan berubah warna ketika direaksikan dengan oksigen di dalam air. Interaksi ini didasarkan pada oksidasi reagen, dan tingkat perubahan warna sebanding dengan konsentrasi oksigen terlarut. Pengukuran oksigen terlarut dengan metode kolorimetri dapat dilakukan dengan spektrofotometer, kolorimeter, atau pembanding sederhana. Penggunaan spektrofotometer atau kolorimeter memberikan hasil yang lebih akurat, sedangkan perbandingan dengan pembanding seperti roda warna atau blok warna dapat dilakukan dengan cepat dan murah. Namun, karena mata manusia tidak objektif, hal ini dapat mengakibatkan ketidakakuratan.
Menurut metode indigo carmine, semakin dalam warna birunya, semakin tinggi konsentrasi oksigen terlarutnya.
Metode indigo carmine dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi oksigen terlarut antara 0,2 dan 15 ppm (mg/L). Cara ini menghasilkan warna biru yang intensitasnya sebanding dengan konsentrasi oksigen terlarut. Besi besi, besi besi, nitrit, dan natrium hidrosulfit dapat mengganggu metode ini. Selain itu, reagen harus dijauhkan dari cahaya terang karena paparan yang terlalu lama dapat memperburuk kondisi indigo carmine. Namun metode ini tidak dipengaruhi oleh suhu, salinitas, atau gas terlarut. Pengujian jarak rendah bergantung pada waktu dan harus dianalisis dalam waktu 30 detik, sedangkan pengujian jarak tinggi memerlukan waktu pemrosesan dua menit.
Saat mengukur oksigen terlarut, metode rhodazine D akan menghasilkan warna merah jambu kemerahan yang kaya.
Metode rhodazine D digunakan untuk menentukan konsentrasi oksigen terlarut yang sangat rendah. Mampu mengukur dalam bagian per miliar (ppb), reagen rhodazine D bereaksi dengan oksigen terlarut untuk membentuk larutan berwarna mawar tua. Metode kolorimetri ini tidak dipengaruhi oleh salinitas atau gas terlarut seperti sulfida yang ada dalam sampel air. Namun, zat pengoksidasi seperti klorin, besi besi, dan tembaga kupri dapat mengganggu dan menyebabkan pembacaan DO lebih tinggi. Penyebab kesalahan lainnya adalah polisulfida, hidrokuinon/benzokuinon, serta boron dan hidrogen peroksida (jika keduanya ada). Selain itu, warna dan kekeruhan sampel dapat mempengaruhi keakuratan pembacaan. Metode ini bergantung pada waktu, karena analisis harus dilakukan dalam waktu 30 detik setelah pencampuran reagen.
Telepon +86-17719566736
Email penjualan@kacise.com
Lokasi Jalan Tangyan Selatan, Zona Teknologi Tinggi, Kota Xi'an, Provinsi Shaanxi, Cina![]()
Kirim pertanyaan Anda langsung ke kami